Brittany Pilkington menelepon 911 pada Selasa, 18 Agustus sekitar pukul 3 dini hari waktu setempat untuk melaporkan Noah, bayi laki-lakinya yang berumur tiga bulan, tidak bernapas. Kepolisian setempat pun menaruh curiga dan mulai melakukan penyelidikan. Ini dikarenakan insiden seperti itu merupakan yang ketiga kalinya di rumah yang sama dan melibatkan kondisi yang sama.
Sebelumnya, bayi lainnya, Niall yang ketika itu juga berumur 3 bulan, ditemukan tewas oleh ayahnya, Joseph Pilkington setibanya di rumah usai bekerja pada Juli 2014 lalu. Penyebab kematian bayi laki-laki itu tidak diketahui pasti. Kemudian pada 6 April lalu, Joseph juga menemukan putranya yang berumur 4 tahun, Gavin, telah tewas di rumah mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita itu mengaku membunuh anak-anaknya itu dengan menaruh selimut di atas kepala mereka dan membuat mereka kehabisan napas. Alasan pembunuhan itu, karena suaminya lebih memperhatikan ketiga anak laki-laki itu dibandingkan putri semata wayang mereka, yang genap berumur 4 tahun pada bulan ini.
"Dalam pikirannya, dia melindungi putrinya yang tidak begitu dicintai oleh ayah mereka jika dibandingkan dengan anak-anak laki-laki tersebut," tutur Jaksa Wilayah Logan, William Goslee kepada media lokal, Columbus Dispatch seperti dilansir AFP, Kamis (20/8/2015).
Noah dan kakak perempuannya, Hailey sempat dibawa aparat dari rumah tersebut saat kepolisian melakukan penyelidikan atas kematian Gavin. Namun hakim kemudian memerintahkan pemulangan kedua bocah itu awal pekan ini, setelah koroner memastikan bahwa baik Gavin maupun Niall tidak meninggal akibat penyebab yang mencurigakan. (ita/ita)











































