Seperti dilansir media setempat, Bangkok Post, Kamis (20/8/2015), imbalan ekstra ini ditawarkan pemimpin utama Front Persatuan Demokrasi Terhadap Kediktatoran (UDD), Somwang Assarasee. UDD merupakan nama resmi bagi kelompok 'Kaos Merah' di Thailand.
Kelompok 'Kaos Merah' juga disebut kelompok antipemerintah Thailand. Bahkan kepolisian Thailand sempat mencurigai kelompok ini berada di balik ledakan bom di dekat Kuil Erawan, yang menewaskan 21 orang pada Senin (17/8) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Somwong yang memiliki perusahaan peralatan listrik ini, menyebut ledakan bom di Kuil Erawan yang ada di kawasan Ratchaprasong itu telah melukai Thailand. Somwong menyatakan niatnya memberikan hadiah 2 juta baht sebagai tambahan atas imbalan yang ditawarkan polisi Thailand.
Menurut Somwong, imbalan ini akan diserahkan sendiri olehnya kepada sang informan yang mampu membantu penangkapan tersangka utama.
Kepolisian Thailand kini tengah memburu sedikitnya tiga tersangka bom Bangkok. Tersangka utama yang disebut pria berkaos kuning dalam CCTV, diyakini sebagai warga negara asing namun tidak berbahasa Inggris. Polisi Thailand juga meminta bantuan Interpol untuk melacak tersangka. (nvc/ita)










































