Disampaikan sumber keamanan setempat, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8/2015), ledakan ini memicu sebuah kawah di lokasi kejadian dan sedikitnya satu mobil terbakar habis.
Berbagai komentar warga setempat via media sosial Twitter menyebut, ledakan ini terdengar hingga ke beberapa wilayah Kairo. Seorang penjaga toko, Mohamed Ali mengaku melihat seorang pria memarkirkan mobil yang kemudian meledak, setelah pria itu bergerak menjauh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun militan yang berbasis di Sinai, yang telah menyatakan sumpah setia kepada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebelumnya sering mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan yang ditargetkan terhadap militer maupun kepolisian Mesir. Ratusan tentara dan polisi Mesir tewas dalam serangkaian serangan militan, sejak Mohamed Morsi dilengserkan dari kursi Presiden Mesir pada tahun 2013 lalu.
Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi bersumpah akan membasmi militan setempat, yang dianggapnya menjadi ancaman serius bagi dunia Arab dan negara-negara Barat. Bulan ini, Presiden al-Sisi menyetujui undang-undang antiterorisme yang baru, yang isinya mengatur pengadilan khusus dan melindungi para penegak hukum dari gerakan militan yang berusaha melengserkan pemerintahannya.
Undang-undang baru ini menuai kritikan dari kelompok HAM, yang menuding Presiden al-Sisi sengaja menghapuskan kebebasan yang didapatkan rakyat Mesir usai Hosni Mubarak lengser pada tahun 2011 lalu. (nvc/ita)











































