Kantor gubernur Istanbul menyebutkan 2 anggota dari 'kelompok teroris' mempersenjatai diri mereka dengan granat tangan dan senapan otomatis ditangkap setelah menyerang Istana Dolmabahce. Istana itu populer di kalangan turis dan merupakan kediaman bagi perdana menteri.
Satu orang petugas kepolisian mengalami luka dalam serangan itu. Demikian dilaporkan oleh kantor berita Anadolu seperti dilansir Reuters, Kamis (20/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi militer Turki ini juga ditargetkan terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Namun sejauh ini, serangan udara yang dilakukan Turki masih fokus pada militan PKK. Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa Turki hanya berambisi menyerang kalangan Kurdi, bukan memberantas ISIS.
Awal pekan ini, pesawat tempur Turki menyerang 17 target PKK di Provinsi Hakkari. Sedangkan bulan lalu, otoritas Turki menangkap sekitar 2 ribu orang dalam penggerebekan terkait ISIS dan militan Kurdi. Pada Jumat (14/8) ini, sedikitnya 34 orang ditangkap polisi Turki dalam operasi yang sama.
PKK atau Kurdistan Workers Party dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kelompok ini terus bertempur melawan pemerintah Turki selama tiga dekade terakhir hingga menewaskan 40 ribu orang. Perundingan tengah diupayakan antara kedua pihak. (dhn/mnb)











































