Pria bernama Jason Smith itu berasal dari West Virginia diduga melakukan panggilan darurat dan menyebut dirinya sebagai 'Abdul Yasin' dan sebagai seorang 'teroris ISI' dan mengatakan 'kami' tengah menyiapkan untuk meledakkan patung itu. Demikian dilansir AFP, Kamis (20/8/2015).
Tidak begitu jelas, kelompok apa yang dia maksudkan tersebut. ISI sendiri seringkali dipahami sebagai singkatan dari Inter-Services Intelligence, agen mata-mata negara Pakistan.
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa Smith mengambil pendidikan untuk orang buta dan tuli. Dia menggunakan telepon yang dipasang layanan bagi mereka yang memeliki gangguan pendengaran.
Patung Libery yang berada di pulau sendiri itu merupakan monumen yang sering dikunjungi di Amerika Serikat. Karena ancaman itu pada 24 April lalu, para pengunjung dievakuasi dan lokasi itu sendiri ditutup.
Polisi yang dilengkapi unit anjing pelacak menyapu lokasi dan petugas penjinak bom langsung menuju ke lokasi-lokasi mencurigakan seperti di dalam loker pengunjung.
Ancaman itu kemudian dipastikan hanyalah kabar palsu atau hoax.
Jaksa pun menyebut Smith menelepon nomor telepon darurat 911 pada 24 April melalui iPadnya yang terpasang layanan bagi orang-orang tuna rungu untuk menerima dan melakukan panggilan telepon.
Setelah itu ada 2 telepon ancaman yaitu serangan ke Times Square dan membunuh para petugas kepolisian di Jembatan Brooklyn yang dilakukan dari iPad yang sama pada bulan Mei. Penelepon itu menyebut dirinya sebagai 'Pembuat Bom ISIS'. ISIS di Amerika merujuk pada kelompok ekstremis negara Islam di Irak dan Suriah.
Jaksa lalu mengatakan Smith ditangkap di Lubbock, Texas dan akan dihadirkan di pengadilan federal di Texas. Dia didakwa dengan tuduhan menyampaikan berita palsu dan informasi menyesatkan serta bohong. Ancaman maksimal untuk dakwaan itu yaitu 5 tahun pidana penjara.
Smith pernah dihukum 2 kali di Virginia yaitu pada tahun 2001 dan 2006. Dari dokumen pengadilan, hukuman dia dijatuhkan karena membuat ancaman pembunuhan dan perlakuan kasar.
Di tahun 2006, dia juga dihukum karena membuat ancaman bom atau pembakaran gedung dan menelepon nomor telepon darurat tanpa alasan.
(dhn/dhn)











































