"Seorang pengebom bunuh diri dalam sebuah kendaraan menargetkan markas Asayish setempat di Qamishli," kata Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights, organisasi pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris.
Dikatakan Abdel Rahman seperti dilansir AFP, Rabu (19/8/2015), 10 dari 11 korban tewas merupakan anggota Asayish, pasukan keamanan Kurdi. Dan satu orang lagi merupakan warga sipil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pasukan keamanan Kurdi telah menutup daerah tersebut yang berada di distrik industri Qamishli, kota mayoritas Kurdi di provinsi Hasakeh, Suriah timur laut.
Kantor berita resmi Suriah, SANA menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 13 orang, tanpa menjelaskan apakah korban tewas termasuk warga sipil. Menurut SANA, sekitar 50 orang mengalami luka-luka dalam serangan bom itu.
Menurut Arin Shekhmos, jurnalis lokal di Qamishli, ledakan bom tersebut bisa terdengar di seluruh penjuru kota tersebut.
Kota Qamishli, sama-sama berada di bawah kendali otoritas Kurdi dan rezim Suriah. Kota tersebut telah menjadi target beberapa serangan bom tahun ini. (ita/ita)











































