Buru Tersangka Bom Bangkok, Polisi Tawarkan Imbalan Rp 389 Juta

Buru Tersangka Bom Bangkok, Polisi Tawarkan Imbalan Rp 389 Juta

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Agu 2015 15:32 WIB
Buru Tersangka Bom Bangkok, Polisi Tawarkan Imbalan Rp 389 Juta
Warga kembali bersembahyang di Kuil Erawan (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Bangkok - Otoritas Thailand masih terus memburu tersangka utama ledakan bom di dekat Kuil Erawan, Bangkok. Mereka pun menawarkan imbalan sebesar 1 juta baht atau setara Rp 389 juta untuk setiap informasi terkait tersangka yang diburu.

"(Imbalan) Bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi yang berujung penangkapan tersangka," ujar juru bicara Kepolisian Nasional Thailand, Prawut Thavomsiri dalam pernyataannya seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (19/8/2015).

Kepolisian setempat telah merilis foto tersangka yang terekam CCTV, yakni pria berkaos kuning dan membawa ransel warga gelap. Ciri-ciri lain disebutkan bahwa tersangka ini masih muda, berperawakan sedikit kekar, mengenakan kacamata dan memiliki rambut pendek bergelombang warna gelap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sempat muncul dugaan tersangka seorang warga negara asing, namun otoritas Thailand belum menyebut asal kewarganegaraan pelaku. Kepolisian Thailand hanya menyebut ada dugaan keterlibatan warga negara asing dan juga warga negara Thailand dalam ledakan di dekat Kuil Erawan.

Prawut menyatakan, polisi juga telah menyelesaikan sketsa wajah tersangka dan akan menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasi tersangka lebih jelas.

"Kami meyakini ini adalah jaringan dan tidak hanya satu orang bertindak sendirian. Dari rekaman CCTV, kami berpikir bahwa pria berkaos kuning mungkin bekerja sama dengan satu atau dua orang lainnya di lokasi kejadian," imbuh Prawut.

Polisi hingga kini belum mengesampingkan dugaan keterlibatan kelompok manapun dalam ledakan pada Senin (17/8) malam itu. Untuk sementara diyakini tersangka merupakan bagian dari kelompok antipemerintah di Thailand.

Sejauh ini, korban tewas mencapai 21 orang, termasuk 11 warga asing yang salah satunya dari Indonesia. Sedangkan sebanyak 68 orang lainnya dilaporkan masih dalam keadaan kritis di beberapa rumah sakit setempat. (nvc/ita)


Berita Terkait