Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/8/2015), laporan independen Police Foundation yang berbasis di Washington menyebut insiden ini terjadi ketika tiga pelaku perampokan berusaha melarikan diri dengan membawa sandera dalam sebuah mobil SUV, pada Juli 2014 lalu. Dalam pengejaran, para pelaku menembaki 14 mobil polisi termasuk satu mobil lapis baja.
Para pelaku yang bersenjatakan senapan AK-47 berhasil lolos dari kepungan polisi, tapi mereka tidak melarikan diri. Pelaku justru menghentikan laju kendaraan mereka untuk menghadang polisi. Polisi pun melepas tembakan ke arah ban mobil pelaku tersebut, hingga mobil itu tidak bisa lagi bergerak. Polisi kemudian melepas tembakan secara membabi-buta ke arah mobil pelaku, tanpa target yang jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim pengkaji tidak bisa menentukan jumlah peluru yang mengenai target. Namun tim pengkaji menemukan 600 peluru yang tidak perlu dan berlebihan," imbuh laporan ini.
Sandera yang diidentifikasi sebagai Misty Holt-Singh (41) tewas terkena 10 peluru yang ditembakkan polisi. Jasadnya ditemukan di dalam kendaraan pelaku yang diberondong polisi. Satu sandera lain dilemparkan pelaku dari dalam mobil ketika pengejaran. Sedangkan satu sandera lagi nekat melompat keluar dari kendaraan pelaku.
Dua pelaku perampokan juga tewas tertembak polisi, sedangkan tersangka ketiga berhasil selamat. Menurut polisi setempat, tersangka ketiga menggunakan sandera sebagai tameng. (nvc/ita)











































