Tersangka yang diburu kepolisian Thailand ini terekam kamera keamanan atau CCTV yang ada di dekat lokasi kejadian. Seperti dilansir Reuters, Selasa (18/8/2015), Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Somyot Pumpanmuang menyebut tersangka bisa jadi warga Thailand atau warga negara asing.
"Pria ini membawa tas ransel dan berjalan melewati lokasi kejadian, saat ledakan terjadi. Tapi kami perlu melihat rekaman CCTV sebelum dan sesudah ledakan, untuk mencari tahu apakah ada keterkaitan," tutur Somyot dalam konferensi pers dengan media setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tengah mencari pria ini," ujarnya.
Dalam keterangannya, kepolisian Thailand tidak mengesampingkan dugaan keterlibatan kelompok manapun dalam ledakan ini. "Kepolisian tidak mengesampingkan apapun, termasuk motif politik dan konflik etnis Uighur, yang sebelumnya dipulangkan ke China oleh Thailand," sebut Somyot.
Bulan lalu, otoritas Thailand memulangkan paksa 109 warga Uighur ke China. Pemulangan ini menuai reaksi keras dari komunitas Uighur di Turki.
Hingga kini, kepolisian setempat masih mencari petunjuk lebih jelas terkait ledakan ini. Serangan bom semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand. Kepolisian menyebut ledakan ini dipicu oleh sebuah bom pipa yang diletakkan di kompleks Kuil Erawan. (nvc/ita)











































