Israel Bantah Lakukan Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Hamas

Israel Bantah Lakukan Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Hamas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 18 Agu 2015 14:24 WIB
Israel Bantah Lakukan Pembicaraan Gencatan Senjata dengan Hamas
PM Netanyahu (Foto: REUTERS/Baz Ratner)
Tel Aviv, - Pemerintah Israel membantah tengah melakukan pembicaraan dengan gerakan Hamas mengenai gencatan senjata jangka panjang. Bantahan ini disampaikan menyusul pemberitaan sejumlah media mengenai pembicaraan kedua belah pihak.

"Israel dengan resmi menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan pertemuan apapun dengan Hamas, baik secara langsung, maupun via negara-negara lain atau perantara," demikian statemen kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/8/2015).

Media Arab dan Turki beberapa pekan terakhir ini mengangkat pemberitaan yang menyebutkan Israel dan Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza, tengah mengadakan pembicaraan. Laporan itu juga diberitakan media Israel. Disebutkan bahwa pembicaraan tersebut dimaksudkan untuk mencapai gencatan senjata, dengan Israel mengakhiri blokadenya atas Gaza.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan perundingan gencatan senjata itu dipicu oleh pertemuan belum lama ini antara kepala Hamas Khaled Meshaal dengan pejabat-pejabat Turki dan Arab Saudi.

Kantor PM Netanyahu juga menanggapi pemberitaan yang menyebutkan kesepakatan dengan Hamas akan mampu menormalkan hubungan diplomatik antara Israel dan Turki.

Hubungan Turki dan Israel memanas pada tahun 2010 ketika pasukan komando Israel menewaskan 10 warga Turki dalam penyerbuan ke kapal Mavi Marmara asal Turki yang tengah menuju Gaza.

Pemerintah Israel pada tahun 2013 meminta maaf atas insiden ini dan pembicaraan telah berlangsung untuk memutuskan kompensasi bagi keluarga para korban. Namun sejauh ini belum ada kesepakatan yang dicapai, karena Turki meminta pencabutan blokade Gaza sebagai prasyarat adanya kesepakatan.

"Mengenai hubungan dengan Turki -- kesepakatan masih sangat jauh," demikian disampaikan kantor PM Netanyahu. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini