"Hari ini, terdapat seorang tersangka yang terlihat dalam CCTV, tapi tidak begitu jelas... Kami tengah mencari pria ini," ujar Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2015)
Lebih lanjut, Prayut meyakini tersangka ini bagian dari kelompok antipemerintah yang berbasis di wilayah Thailand bagian timur laut, yang juga menjadi markas kuat gerakan antikudeta 'Kaos Merah'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun otoritas Thailand tidak mengesampingkan dugaan keterlibatan kelompok manapun dalam ledakan ini.
Pernyataan Prayut yang menyebut kelompok antipemerintah mengarahkan fokus kasus ini pada kelompok yang loyal pada keluarga Shinawatra. Sebelumnya sempat muncul kecurigaan keterlibatan kelompok separatis di Thailand bagian selatan dalam ledakan ini, namun otoritas Thailand meragukan hal itu.
Dalam beberapa insiden ledakan kecil yang melanda Bangkok sebelumnya, otoritas Thailand selalu menyalahkan kelompok antipemerintah tersebut. Namun tudingan ini langsung dibantah oleh pemimpin kelompok tersebut. Kelompok Kaos Merah cenderung menargetkan tentara maupun gedung pemerintah dalam serangannya, namun sangat jarang melakukan serangan yang memicu banyak korban seperti ini. (nvc/ita)











































