Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Liow Tiong Lai, seperti dilansir media Malaysia, The Star, Senin (17/8/2015) menuturkan, dua puing itu ditemukan pada Jumat (14/8) lalu, di Maladewa. Kedua temuan itu dibawa pulang oleh tim Malaysia yang ada di sana.
"Puing pertama adalah sebuah material berbentuk rumah lebah (heksagon), sedangkan puing lainnya memiliki permukaan datar. Keduanya berukuran kecil dan mudah diangkat," tutur Liow kepada wartawan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika memang material dari pesawat, maka puing-puing itu akan diserahkan kepada tim investigasi internasional untuk memastikan apakah benar berasal dari MH370," terang Liow.
Proses verifikasi dari tim Malaysia, lanjut Liow, seharusnya tidak memakan banyak waktu. Liow menjanjikan untuk merilis perkembangan terbaru begitu analisis dan penyelidikan selesai.
Sejauh ini, baru satu puing besar berukuran panjang 2 meter yang dipastikan berasal dari MH370. Puing bernama flaperon itu ditemukan di tepi pantai Pulau La Reunion yang merupakan bagian dari kepulauan Pasifik. Maladewa yang sama-sama berada di wilayah Pasifik, juga mengerahkan tim untuk mencari puing diduga MH370 lainnya. (nvc/nrl)










































