Bantu Rakyat Suriah, Utusan Kemanusiaan PBB Kunjungi Damaskus

Bantu Rakyat Suriah, Utusan Kemanusiaan PBB Kunjungi Damaskus

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Agu 2015 14:29 WIB
Bantu Rakyat Suriah, Utusan Kemanusiaan PBB Kunjungi Damaskus
Ilustrasi (Murad Sezer/REUTERS)
Damaskus - Utusan kemanusiaan PBB yang baru, Stephen O'Brien mengunjungi Suriah untuk pertama kalinya. O'Brien bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem di Damaskus untuk membahas dampak kemanusiaan dari konflik Suriah.

O'Brien yang menggantikan Valerie Amos sejak Mei lalu ini, menuturkan kepada Muallem soal kesiapannya bekerja sama dengan pemerintah Suriah dalam mengentaskan penderitaan kemanusiaan di Suriah. Sejak 2011 lalu, nyaris 12 juta orang terpaksa mengungsi akibat konflik Suriah.

Kantor berita Suriah, SANA, seperti dilansir AFP, Senin (17/8/2015), menyebut tanggapan Muallem yang menekankan komitmen pemerintah Suriah dalam memperjuangkan kepentingan rakyatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menegaskan komitmen pemerintah Suriah dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat, yang menghadapi pertempuran melawan terorisme ekstrem," tutur Muallem kepada O'Brien.

O'Brien memulai kunjungannya pada 14 Agustus lalu, saat mengunjungi Libanon dan bertemu Perdana Menteri Tamam Salam. Pada Sabtu (15/8), O'Brien bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah dan mengunjungi kota Homs yang hancur akibat konflik.

"Mengunjungi Homs hari ini. Di tengah kehancuran gedung membentang kehancuran nyawa manusia. Suriah membutuhkan perdamaian," tulis O'Brien dalam akun Twitter-nya usai mengunjungi Homs.

"Kami terus berkomitmen untuk mendukung setiap upaya kemanusiaan di Suriah. Akses yang sama untuk semua orang yang membutuhkan, menjadi tujuan kami yang penting," imbuhnya.

Konflik Suriah yang pecah sejak Maret 2011, telah memicu krisis kemanusiaan terparah di dunia. Lebih dari 4 juta warga Suriah meninggalkan negaranya dan mengungsi ke negara tetangga, seperti Turki dan Libanon. PBB memperkirakan ada 12,2 juta warga Suriah yang butuh bantuan kemanusiaan, dengan lebih dari 5,6 juta orang di antaranya adalah anak-anak. (nvc/nrl)


Berita Terkait