Disampaikan kantor berita resmi China, Xinhua, seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2015), sebanyak 85 korban hilang dalam ledakan dahsyat ini merupakan petugas pemadam kebakaran setempat. Sedangkan sejauh ini korban tewas mencapai 112 orang.
Para petugas pemadam yang dilaporkan hilang ini merupakan kelompok pertama yang merespons ledakan pertama di lokasi kejadian. Kebanyakan dari mereka berada sangat dekat dengan lokasi ketika ledakan kedua yang disebut 7 kali lipat lebih kuat dari ledakan pertama, terjadi pada 12 Agustus lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, otoritas Tianjin mengevakuasi warga setempat yang telah mengungsi di sekolah dekat lokasi ledakan, pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Evakuasi ini setelah kebakaran terjadi lagi di lokasi ledakan dan usai ditemukannya sodium sianida di lokasi.
Sodium sianida yang berwujud bubuk kristal putih dapat berakibat fatal jika terhirup atau tertelan manusia karena langsung mengganggu kemampuan tubuh dalam mengelola oksigen.
Masih belum bisa dipastikan apakah ancaman polusi gas beracun memang terjadi di wilayah Tianjin. Namun warga diwajibkan memakai masker dan celana panjang untuk menghindari paparan gas kimia beracun.
Menurut Xinhua, sekitar 6.300 warga setempat terpaksa dievakuasi ke lokasi lebih aman. Sedangkan 721 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Kebanyakan mereka yang luka-luka terkena serpihan batu atau pecahan kaca. (nvc/nrl)










































