Selang 5 Hari, 95 Orang Masih Hilang Akibat Ledakan Dahsyat Tianjin

Selang 5 Hari, 95 Orang Masih Hilang Akibat Ledakan Dahsyat Tianjin

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Agu 2015 12:26 WIB
Selang 5 Hari, 95 Orang Masih Hilang Akibat Ledakan Dahsyat Tianjin
Foto: REUTERS/Damir Sagolj
Beijing - Ledakan dahsyat di Tianjin, China, menyisakan 95 orang hilang hingga kini atau selang lima hari setelah kejadian. Sebagian besar korban hilang merupakan petugas pemadam kebakaran setempat.

Disampaikan kantor berita resmi China, Xinhua, seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2015), sebanyak 85 korban hilang dalam ledakan dahsyat ini merupakan petugas pemadam kebakaran setempat. Sedangkan sejauh ini korban tewas mencapai 112 orang.

Para petugas pemadam yang dilaporkan hilang ini merupakan kelompok pertama yang merespons ledakan pertama di lokasi kejadian. Kebanyakan dari mereka berada sangat dekat dengan lokasi ketika ledakan kedua yang disebut 7 kali lipat lebih kuat dari ledakan pertama, terjadi pada 12 Agustus lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi situasi ini, Presiden Xi Jinping mengimbau otoritas setempat untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan publik.

Sementara itu, otoritas Tianjin mengevakuasi warga setempat yang telah mengungsi di sekolah dekat lokasi ledakan, pada Sabtu (15/8) waktu setempat. Evakuasi ini setelah kebakaran terjadi lagi di lokasi ledakan dan usai ditemukannya sodium sianida di lokasi.

Sodium sianida yang berwujud bubuk kristal putih dapat berakibat fatal jika terhirup atau tertelan manusia karena langsung mengganggu kemampuan tubuh dalam mengelola oksigen.

Masih belum bisa dipastikan apakah ancaman polusi gas beracun memang terjadi di wilayah Tianjin. Namun warga diwajibkan memakai masker dan celana panjang untuk menghindari paparan gas kimia beracun.

Menurut Xinhua, sekitar 6.300 warga setempat terpaksa dievakuasi ke lokasi lebih aman. Sedangkan 721 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Kebanyakan mereka yang luka-luka terkena serpihan batu atau pecahan kaca. (nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini