Hingga saat ini penyebab kematian Kayla masih belum diketahui. Hanya saja, informasi terbaru menyebutkan Kayla pernah menjadi korban pelecehan seksual para pimpinan ISIS selama masa penyanderaan tersebut.
Informasi ini disampaikan para pejabat pemerintah AS seperti dilansir CNN, Sabtu (15/8/2015). Pihak keluarga pun membenarkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al-Baghdadi sendiri yang menempatkan Kayla di rumah seorang pimpinan ISIS senior, Abu Sayyaf. Sumber menyebutkan kepada CNN, pimpinan ISIS akan mendatangi rumah Abu Sayyaf jika ingin melakukan pelecehan seksual terhadap Kayla.
Dua perempuan Yazidi (etnis Kurdi yang tinggal di Utara Irak) yang juga pernah disiksa ISIS di sekitar komplek tempat tinggal Sayyaf lantas memberi tahu tentara Amerika apa yang sebenarnya terjadi. Sayyaf kemudian diketahui tewas oleh tentara AS pada serangan Mei 2015 lalu.
Sementara itu istri Sayyaf, Umm Sayyaf, menjadi tahanan tentara AS sejak Mei 2015. Kepada pihak Amerika, Umm Sayyaf menceritakan apa yang terjadi terhadap Kayla selama ia disandera.
"Kami menduga Umm Sayyaf adalah member ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant) yang memiliki peranan penting dalam aktivitas teroris ISIL," terang Juru Bicara Gedung Putih, Josh Earnest, minggu lalu. (rna/ahy)










































