Serangan Militan Kurdi Tewaskan 3 Orang di Turki

Serangan Militan Kurdi Tewaskan 3 Orang di Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2015 18:55 WIB
Serangan Militan Kurdi Tewaskan 3 Orang di Turki
Ilustrasi (Thinkstock)
Istanbul - Pertempuran antara otoritas Turki dengan militan Kurdi (PKK) di dekat perbatasan Suriah terus berlangsung. Sedikitnya satu tentara Turki dan dua anggota militan Kurdi tewas dalam bentrokan tersebut.

Dilaporkan kantor gubernur setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015), bahwa tentara Turki tersebut tewas terkena ranjau yang ditanam oleh militan di wilayah Bingol. Disebut bahwa ranjau tersebut diledakkan dari jarak jauh.

Sedangkan dua anggota militan PKK tewas dalam operasi militer yang dilakukan tentara Turki usai serangan ranjau tersebut.

Dalam insiden terpisah, sekelompok pemuda yang terkait dengan militan PKK yang dilarang pemerintah Turki, melepas tembakan ke arah kendaraan polisi di kota Nusaybin, dekat perbatasan Suriah. Serangan ini melukai dua polisi Turki.

Aksi kekerasan di wilayah Turki bagian tenggara mengalami peningkatan sejak bulan lalu, ketika militan PKK melancarkan serangan terhadap militer Turki. Sebagai balasan, militer Turki melancarkan serangan udara terhadap kamp milik PKK yang ada di wilayah Irak bagian utara dalam operasi yang disebut perang terhadap teror.

Operasi militer Turki ini juga ditargetkan terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah. Namun sejauh ini, serangan udara yang dilakukan Turki masih fokus pada militan PKK. Hal ini memunculkan kecurigaan bahwa Turki hanya berambisi menyerang kalangan Kurdi, bukan memberantas ISIS.

Awal pekan ini, pesawat tempur Turki menyerang 17 target PKK di Provinsi Hakkari. Sedangkan bulan lalu, otoritas Turki menangkap sekitar 2 ribu orang dalam penggerebekan terkait ISIS dan militan Kurdi. Pada Jumat (14/8) ini, sedikitnya 34 orang ditangkap polisi Turki dalam operasi yang sama.

PKK atau Kurdistan Workers Party dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kelompok ini terus bertempur melawan pemerintah Turki selama tiga dekade terakhir hingga menewaskan 40 ribu orang. Perundingan tengah diupayakan antara kedua pihak. (nvc/gah)


Berita Terkait