Adnan Salameh asal Ramleh dekat Tel Aviv ditangkap di bandara Ben Gurion, di Tel Aviv pada 28 Juli lalu setelah diusir dari Turki. Demikian disampaikan badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/8/2015).
Salameh melakukan kontak dengan dua aktivis ISIS lewat internet, yang memerintahkan pemuda berumur 21 tahun itu untuk terbang ke Turki, dan kemudian pergi ke sebuah kota di perbatasan Suriah. Dia ditangkap polisi Turki di sebuah hotel saat akan menyeberangi perbatasan. Tidak disebutkan bagaimana Shin Bet mengetahui rencana Salameh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Fares Shreteh ditangkap di Israel setelah ditolak masuk ke Turki. Pemuda berumur 19 tahun asal Yerusalem timur itu tinggal di Amerika Serikat dan terbang ke Turki. Namun setibanya di Turki, Shreteh ditolak masuk karena masalah dengan paspornya. Dia pun pergi ke Israel untuk memperbarui paspornya dan saat itulah dia ditangkap.
Otoritas Israel menyatakan, puluhan warga Arab Israel telah bergabung dengan ISIS dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa dari mereka telah tewas dalam pertempuran. (ita/ita)











































