Lewis Fogle yang kini berusia 63 tahun, divonis penjara seumur hidup atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang remaja putri berusia 15 tahun pada tahun 1976. Sejak saat itu, Fogle mendekam di dalam penjara di Pennsylvania.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015), dilakukan tes DNA baru terhadap bukti sperma dalam kasus ini, setelah jaksa distrik Indiana, Patrick Dougherty menyetujuinya. Hasil tes DNA memicu fakta persidangan yang baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vonis penjara seumur hidup yang diterima Fogle dicabut oleh hakim David Grine di pengadilan Indiana. Pada Kamis (13/8) sore, Fogle bisa menghirup udara bebas setelah keluar dari State Correctional Institution Pine Grove. Juru bicara penjara menyebut, Fogle dijemput oleh keluarganya.
"Ini menjadi perjalanan panjang bagi Fogle, yang selalu bersikeras dirinya tidak bersalah atas kejahatan tahun 1976 tersebut," ucap salah satu anggota Innocence Project, David Loftis.
Kendati demikian, jaksa Dougherty menuturkan kepada Reuters, dirinya tidak meyakini Fogle sepenuhnya tidak bersalah dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Dougherty menyatakan, hendak mencari bukti lain untuk mengadili Fogle di masa mendatang. (nvc/ita)











































