Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015), militer Mesir menyebut insiden yang terjadi di Marsa Matrouh, dekat pantai Mediterania ini disebabkan oleh gangguan teknis. Namun tidak dijelaskan apakah korban tewas dan korban luka merupakan personel militer yang ada di dalam pesawat.
Angkatan Darat dan Angkatan Udara pada militer Mesir tengah melakukan operasi gabungan terhadap militan yang menguasai wilayah perbatasan. Juru bicara militer Mesir menyebut, operasi ini berhasil menghancurkan empat kendaraan yang digunakan kelompok militan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat keamanan setempat menyebut, militan yang beroperasi di Libya dan wilayah Mesir lainnya tengah berusaha menjalin aliansi dengan militan di Sinai, yang ada di bagian timur negara ini.
Tahun lalu, militan di Sinai atau yang menyebut dirinya Sinai Province menyatakan sumpah setia kepada militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang merajalela di Suriah dan Irak. Baru-baru ini Sinai Province mengklaim telah memenggal sandera asal Kroasia yang diculik sejak Juli lalu.
Pada Februari lalu, jet tempur Mesir membombardir target ISIS di Libya, setelah ISIS merilis video pemenggalan 21 warga Mesir. Serangan ini menyeret Mesir lebih dalam pada konflik di perbatasan. (nvc/ita)











































