Media setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2015), menyebut ledakan terjadi di salah satu gudang yang menyimpan bahan kimia beracun dan berbahaya. Menurut kepolisian setempat, gudang itu digunakan menyimpan amonium nitrat, potasium nitrat dan kalsium karbida saat ledakan terjadi.
Kantor berita Xinhua menyebut, tim dari Pusat Penanggulangan Darurat Lingkungan pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Beijing bersama 214 pakar nuklir militer dan biokimia, telah dikirimkan ke Tianjin untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara terpisah, Otoritas Keselamatan Maritim Tianjin menyebutkan, perusahaan yang sama pernah melanggar standar pengemasan dalam inspeksi 2 tahun lalu. Dari 4.325 kontainer yang diperiksa, ada lima kontainer yang tidak lolos inspeksi karena kemasannya di bawah standar.
Surat kabar nasional China Daily melaporkan manajer perusahaan itu telah ditahan oleh otoritas setempat. Presiden Xi Jinping menegaskan, pihak yang bertanggung jawab dalam insiden ini harus ditindak tegas.
Dua ledakan yang terjadi pada Rabu (12/8) malam, mengguncang deretan apartemen dan bangunan di kota pelabuhan Tianjin yang dihuni oleh 15 juta orang. Terjadi selang 30 detik, ledakan pertama disebut setara dengan 3 ton TNT sedangkan ledakan kedua setara dengan 21 ton TNT, atau 7 kali lebih kuat dari ledakan pertama.
Xinhua melaporkan, beberapa kontainer terbakar sebelum ledakan dahsyat itu terjadi. Namun penyebab terbakarnya kontainer itu masih diselidiki. Sejauh ini, 50 orang tewas dan 700 orang lainnya luka-luka akibat serpihan batu maupun pecahan kaca. (nvc/ita)











































