Prancis Terus Cari Puing MH370 di Reunion Hingga Awal Pekan Depan

Prancis Terus Cari Puing MH370 di Reunion Hingga Awal Pekan Depan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 13 Agu 2015 14:44 WIB
Prancis Terus Cari Puing MH370 di Reunion Hingga Awal Pekan Depan
puing sayap MH370 (Reuters)
Paris, - Otoritas Prancis masih terus melakukan pencarian puing-puing pesawat Malaysia Airlines MH370 di wilayahnya, Pulau La Reunion di Samudera Hindia. Pencarian via udara dan laut itu akan berlangsung hingga awal pekan depan.

Pada 29 Juli lalu, bagian sayap yang ditemukan di pulau tersebut telah dipastikan oleh pemerintah Malaysia sebagai bagian dari pesawat MH370 yang hilang pada 8 Maret 2014 lalu.

"Pencarian terpadu akan berlangsung hingga awal pekan depan," tutur kepala otoritas tertinggi La Reunion dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2014). Disebutkan bahwa pencarian akan digeser ke pinggiran dari area awal yang disisir, khususnya ke arah selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian puing di wilayah La Reunion telah dimulai sejak 7 Agustus lalu. Upaya pencarian sempat dihentikan karena cuaca buruk sebelum kembali dilanjutkan.

Sebelumnya, pakar komunikasi satelit Malaysia, Zaaim Redha Abdul Rahman menyampaikan keyakinannya bahwa pesawat MH370 sempat mengapung di perairan Samudera Hindia sebelum akhirnya tenggelam. Keyakinan ini didasarkan pada kondisi relatif utuh dari puing sayap atau flaperon yang ditemukan di La Reunion.

Dalam wawancara dengan media resmi Malaysia, Bernama, Redha menekankan tentang kondisi flaperon yang relatif utuh mendukung dugaan bahwa pesawat MH370 tersebut berhasil mendarat darurat di atas air sebelum kemudian tenggelam. Pesawat Boeing 777-200ER tersebut hilang dari radar tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada 8 Maret 2014 lalu.

"Saya yakin bahwa ketika pesawat itu kehabisan bahan bakar, pesawat meluncur ke bawah dan mendarat di atas air dengan hentakan yang lembut ... karena itulah saya yakin pesawat masih utuh," kata Redha yang terlibat dalam analisis data satelit dari MH370.

Dikatakannya, kondisi flaperon yang relatif utuh menunjukkan bahwa saat mendarat di atas air, pesawat masih dalam kondisi utuh. Bagian sayap tersebut baru terlepas perlahan di dalam air setelah pesawat tenggelam. (ita/ita)


Berita Terkait