Serangan Udara Militer Suriah Tewaskan 31 Warga Sipil

Serangan Udara Militer Suriah Tewaskan 31 Warga Sipil

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Agu 2015 17:53 WIB
Serangan Udara Militer Suriah Tewaskan 31 Warga Sipil
Foto: REUTERS/Ammar Abdullah
Damaskus - Warga sipil kembali menjadi korban konflik Suriah. Serangan udara militer Suriah mengenai area yang dikuasai pemberontak di pinggiran Damaskus. Sedikitnya 31 warga sipil tewas akibat serangan ini.

Pesawat tempur Suriah membombardir sejumlah target di distrik Ghouta Timur, seperti kota Douma, Saqba, Kafr Batna dan Hamouriyeh. Serangan ini dilakukan setelah kelompok pemberontak menggempur ibukota Damaskus dengan serangan roket.

Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyebut, serangan ini juga melukai 120 orang lainnya. Beberapa korban luka mengalami luka cukup serius. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (12/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya, Kementerian Dalam Negeri Suriah menyebut, serangan pemberontak ke Damaskus menewaskan 4 orang dan melukai 58 orang lainnya. Namun Observatory menyebut korban tewas mencapai 5 orang, terdiri atas 4 warga sipil dan satu tentara, sedangkan korban luka 59 orang.

Kelompok pemberontak seringkali menembakkan roket ke wilayah Damaskus dari markas mereka yang ada di pinggiran Damaskus. Aksi pemberontak Suriah ini menuai kecaman dari kelompok HAM internasional.

Militer Suriah sendiri cukup sering melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak, termasuk Ghouta Timur. Pada Rabu (12/8), Amnesty International mengecam pemerintah Suriah yang dianggap melakukan kejahatan perang dengan serangan udara yang sangat berat terhadap warga Ghouta Timur.

Lebih dari 240 ribu orang tewas dalam konflik Suriah yang pecah sejak Maret 2011 lalu. Jutaan orang lainnya terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing demi menghindari konflik. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads