Pesawat tempur Suriah membombardir sejumlah target di distrik Ghouta Timur, seperti kota Douma, Saqba, Kafr Batna dan Hamouriyeh. Serangan ini dilakukan setelah kelompok pemberontak menggempur ibukota Damaskus dengan serangan roket.
Organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menyebut, serangan ini juga melukai 120 orang lainnya. Beberapa korban luka mengalami luka cukup serius. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah. Demikian seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (12/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pemberontak seringkali menembakkan roket ke wilayah Damaskus dari markas mereka yang ada di pinggiran Damaskus. Aksi pemberontak Suriah ini menuai kecaman dari kelompok HAM internasional.
Militer Suriah sendiri cukup sering melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak, termasuk Ghouta Timur. Pada Rabu (12/8), Amnesty International mengecam pemerintah Suriah yang dianggap melakukan kejahatan perang dengan serangan udara yang sangat berat terhadap warga Ghouta Timur.
Lebih dari 240 ribu orang tewas dalam konflik Suriah yang pecah sejak Maret 2011 lalu. Jutaan orang lainnya terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing demi menghindari konflik. (nvc/ita)











































