Mohamed Shareef, seorang menteri di kantor Kepresidenan Maladewa mengatakan, tim pakar Malaysia tersebut telah bertemu otoritas setempat dan memeriksa puing yang belum teridentifikasi tersebut, setelah tiba pada Selasa, 11 Agustus malam waktu setempat.
Tim pakar Malaysia tersebut dipimpin oleh direktur jenderal aviasi sipil Azharuddin Abdul Rahman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat MH370 yang mengangkut 239 penumpang dan kru hilang pada Maret 2014. Pesawat Boeing 777 tersebut diyakini jatuh ke perairan Samudera Hindia.
Upaya pencarian mendapat angin segar ketika pekan lalu pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa bagian sayap yang ditemukan di Pulau La Reunion, Samudera Hindia merupakan bagian dari MH370. Setelah temuan tersebut, otoritas Malaysia meminta otoritas Madagaskar dan Afrika Selatan untuk waspada akan puing-puing yang mungkin terdampar di wilayah-wilayah tersebut.
(ita/ita)










































