Rusia, satu-satunya sekutu rezim Assad, menyerukan koordinasi antara pemerintah Suriah dengan anggota koalisi internasional dalam melawan ISIS, yang menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Koalisi yang dimaksud ialah koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dalam melawan ISIS.
Seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2015), Menteri Luar Arab Saudi Adel al-Jubeir tidak sepakat dengan seruan Rusia tersebut. Usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Jubeir menegaskan, tidak akan ada kerja sama dengan rezim Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posisi kami tidak berubah... tidak ada tempat bagi Assad di masa depan Suriah. Kami menganggap Bashar al-Assad sebagai bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi," imbuhnya.
Saudi merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS yang mulai melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah, sejak September 2014 lalu. Otoritas Suriah tidak dilibatkan dalam operasi militer tersebut.
Selama ini Rusia cenderung mendukung rezim Assad. Padahal Saudi dan negara-negara sekutunya mendorong Assad untuk mundur dari posisinya demi mengakhiri konflik sipil yang telah berlangsung 4 tahun ini dan telah merenggut sekitar 240 ribu nyawa. (nvc/ita)











































