Arab Saudi Tolak Kerja Sama dengan Suriah dalam Melawan ISIS

Arab Saudi Tolak Kerja Sama dengan Suriah dalam Melawan ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Agu 2015 16:04 WIB
Arab Saudi Tolak Kerja Sama dengan Suriah dalam Melawan ISIS
Ilustrasi (Thinkstock)
Moskow - Otoritas Arab Saudi menolak seruan Rusia untuk bekerja sama dengan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam memerangi kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Saudi menyatakan kerja sama dengan rezim Assad tidak akan berhasil memberantas ISIS.

Rusia, satu-satunya sekutu rezim Assad, menyerukan koordinasi antara pemerintah Suriah dengan anggota koalisi internasional dalam melawan ISIS, yang menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak. Koalisi yang dimaksud ialah koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dalam melawan ISIS.

Seperti dilansir AFP, Rabu (12/8/2015), Menteri Luar Arab Saudi Adel al-Jubeir tidak sepakat dengan seruan Rusia tersebut. Usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow, Jubeir menegaskan, tidak akan ada kerja sama dengan rezim Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Membahas soal koalisi di mana Arab Saudi akan bekerja sama dengan pemerintah Suriah, kita perlu mengesampingkan itu. Ini tidak menjadi bagian dari rencana kami," tutur Jubeir dalam kunjungannya di Moskow, Rusia.

"Posisi kami tidak berubah... tidak ada tempat bagi Assad di masa depan Suriah. Kami menganggap Bashar al-Assad sebagai bagian dari masalah, bukan bagian dari solusi," imbuhnya.

Saudi merupakan bagian dari koalisi pimpinan AS yang mulai melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah, sejak September 2014 lalu. Otoritas Suriah tidak dilibatkan dalam operasi militer tersebut.

Selama ini Rusia cenderung mendukung rezim Assad. Padahal Saudi dan negara-negara sekutunya mendorong Assad untuk mundur dari posisinya demi mengakhiri konflik sipil yang telah berlangsung 4 tahun ini dan telah merenggut sekitar 240 ribu nyawa. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads