Disampaikan Departemen Kehakiman AS, Jaelyn Delshaun Young (20) dan Muhammad Oda Dakhlalla (22) dijerat dakwaan berkonspirasi dan berusaha memberikan dukungan material terhadap organsisasi teroris asing. Keduanya diketahui merupakan bekas mahasiswa Mississippi State University. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (12/8/2015).
Menurut jaksa, keduanya berencana pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Young dan Dakhlalla ditangkap pada akhir pekan, ketika hendak terbang keluar AS dari bandara Columbus, Mississippi.
Jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan, pasangan ini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Keduanya ditangkap usai otoritas AS melakukan penyelidikan dengan melibatkan agen yang menyamar. Disebutkan oleh jaksa dalam dokumen persidangan, Young mengungkapkan rencana pernikahannya dengan Dakhlalla pada seorang agen FBI yang menyamar.
"Dalam kisah kami akan disebut bahwa kami adalah pasangan yang baru menikah dan tengah berbulan madu," tutur Young kepada agen FBI.
Dalam postingan media sosial, Young merayakan tewasnya 5 tentara AS di pusat pelatihan militer di Chattanooga, Tennessee, dalam serangan oleh seorang pria bersenjata yang akhirnya ditembak mati polisi.
Pengacara kedua terdakwa menekankan di pengadilan, bahwa pasangan ini tidak memiliki senjata maupun belum mengikuti pelatihan militan sehingga tidak memicu ancaman bagi publik. Namun jaksa bersikeras bahwa keduanya menjadi contoh ancaman terorisme yang tumbuh di dalam wilayah AS karena terinspirasi ISIS dan militan lain. (nvc/ita)











































