Tentara PBB Dituduh Perkosa Bocah 12 Tahun dan Bunuh 2 Warga Sipil

Tentara PBB Dituduh Perkosa Bocah 12 Tahun dan Bunuh 2 Warga Sipil

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 12 Agu 2015 14:45 WIB
Tentara PBB Dituduh Perkosa Bocah 12 Tahun dan Bunuh 2 Warga Sipil
Ilustrasi (Getty Images)
Bangui - Organisasi HAM, Amnesty International menuding anggota pasukan perdamaian PBB memperkosa bocah perempuan berusia 12 tahun di Republik Afrika Tengah (CAR). Tidak hanya itu, tentara PBB juga membunuh seorang anak laki-laki dan ayahnya dalam operasi militer di Bangui, awal bulan ini.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (12/8/2015), Amnesty International melaporkan tindak pidana ini terjadi pada 2 dan 3 Agustus setelah terjadi bentrokan bersenjata antara tentara dari misi perdamaian PBB, MINUSCA dengan kantong ekstremis PK5 di Bangui. Satu tentara Kamerun tewas dan sedikitnya 9 orang lainnya luka-luka dalam bentrokan itu.

"Bukti-bukti kami menunjukkan bahwa seorang anggota pasukan perdamaian PBB memperkosa seorang anak perempuan dan bahwa pasukan perdamaian PBB tanpa pandang bulu membunuh dua warga sipil," tutur Penasihat Senior Penanggulangan Krisis Amnesty International, Joanne Mariner.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporannya, Amnesty menyebut pihaknya telah mewawancarai 15 saksi mata dari dua insiden itu. Amnesty juga menyatakan pihaknya sempat berbicara dengan korban pemerkosaan tersebut. Disebutkan bahwa korban bersembunyi di dalam kamar mandi ketika rumahnya digerebek pada 2 Agustus, namun seorang pria dengan rompi dan helm biru khas Pasukan Perdamaian PBB membawanya keluar rumah dan memperkosanya di belakang sebuah truk.

"Ketika saya menangis, dia menampar saya dengan keras dan menempatkan tangannya di mulut saya," tutur korban kepada penyidik Amnesty.

Penyidik Amnesty menambahkan, seorang perawat yang memeriksa korban menemukan bukti medis yang sesuai dengan adanya praktik kekerasan seksual terhadap korban.

Sehari setelahnya, Amnesty menyebut, Balla Hadji (61) dan anaknya yang berusia 16 tahun, Souleimane Hadji tewas dibunuh di depan rumah mereka oleh tentara PBB. Penyidik Amnesty diberitahu bahwa tentara Rwanda dan Kamerun menggelar operasi terhadap ekstremis PK5 di Bangui pada tanggal itu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon, melalui juru bicaranya, mengaku kecewa dengan munculnya tudingan ini. Sekjen Ban menjamin, tudingan ini akan diselidiki secara menyeluruh. (nvc/ita)


Berita Terkait