Jeb Bush Serang Hillary Clinton Soal Kemunculan ISIS

Jeb Bush Serang Hillary Clinton Soal Kemunculan ISIS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 12 Agu 2015 13:35 WIB
Jeb Bush Serang Hillary Clinton Soal Kemunculan ISIS
Hillary Clinton (Reuters)
Washington, - Salah satu bakal calon presiden (capres) Amerika Serikat dari partai Republik, Jeb Bush menyerang bakal capres dari partai Demokrat Hillary Clinton soal penanganan masalah Irak sewaktu menjadi Menteri Luar Negeri AS. Menurut Jeb, Hillary ikut bersalah atas munculnya kelompok radikal ISIS.

Isu Irak merupakan topik yang rumit bagi Jeb, mengingat banyak warga AS yang masih marah atas alasan invasi AS ke Irak yang diperintahkan kakak laki-lakinya, mantan Presiden George W. Bush pada tahun 2003.

Jeb pun memilih untuk tidak menyinggung masa lalu tersebut, namun membahas rencana ke depan bagi AS di wilayah Irak. Dikatakan Jeb, dirinya akan mengerahkan sebagian pasukan AS ke Irak guna membantu mengidentifikasi target-target musuh. Sebuah langkah yang telah ditolak Presiden Barack Obama karena khawatir itu akan meningkatkan keterlibatan AS di Irak dan Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Jeb, dirinya akan mempertimbangkan untuk menambah jumlah pasukan AS yang kini berada di Irak.

"Saat ini, kita punya sekitar 3.500 tentara dan marinir di Irak, dan kemungkinan lebih banyak lagi akan kita butuhkan," tutur Jeb seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (12/8/2015).

Bush mengkritik peran Hillary yang menyebabkan penarikan pasukan AS dari Irak pada tahun 2011, yang menurutnya telah ikut menyebabkan kemunculan ISIS.

Menurut Bush, penambahan pasukan AS di Irak yang diperintahkan kakaknya, Bush pada tahun 2007 telah menciptakan stabilitas di negeri itu. Penempatan pasukan AS tersebut seharusnya bisa diperpanjang jika Obama bisa mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Irak saat itu, Nuri al-Maliki. Namun kesepakatan gagal dicapai dan pasukan AS pun ditarik dari Irak pada tahun 2011.

"Di mana Menteri Luar Negeri Clinton dalam semua hal itu? Seperti halnya presiden, dia (Hillary) telah menentang penambahan (pasukan AS), namun kemudian ikut mengklaim keberhasilannya, dan lalu berdiam diri saat kemenangan yang susah payah dicapai Amerika dan pasukan sekutu terbuang," cetus Jeb. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads