Seperti dilansir media AS, nbcnews.com, Rabu (12/8/2015), perusahaan keamanan global yang juga konsultan NBC News, Flashpoint Intelligence menyatakan tidak bisa memverifikasi keaslian klaim dari kelompok yang menyebut diri sebagai 'Divisi Peretasan ISIS' itu.
Akun Twitter yang digunakan dalam merilis informasi pribadi itu terkait dengan salah satu anggota ISIS bernama Abu Hussain Al Britani. Namun akun itu kini sudah tidak aktif lagi. Kelompok itu merilis data-data pribadi yang diklaim berisi nama, email, kata sandi dan nomor telepon para personel militer dari Angkatan Udara AS, Marinir AS, NASA dan Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey. Tidak diketahui apakah informasi itu valid ataupun merupakan informasi lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keselamatan para personel kami selalu menjadi perhatian utama," imbuhnya.
Informasi yang dirilis kelompok peretas ini pada Selasa (11/8) waktu setempat, juga termasuk informasi kartu kredit yang disebut milik beberapa pejabat Departemen Pertahanan AS. Penyebaran informasi rahasia ini, jika benar adanya, tentu akan membahayakan militer dan pemerintah AS karena bisa digunakan untuk melakukan serangan teror terhadap individu AS.
Kelompok yang sama sebelumnya juga mengklaim telah meretas server AS dan menyebarkan informasi pribadi militer AS. Namun klaim ini dianggap terlalu dilebih-lebihkan. (nvc/ita)











































