Seperti dilansir dari AFP, Rabu (12/8/2015), ledakan terjadi di pasar mingguan di Desa Sabon Gari. Bom meledak pada tengah hari sekitar pukul 13.15 waktu setempat saat orang sedang ramai-ramainya datang ke pasar yang berada di bagian timur laur Nigeria itu. Daerah tersebut diketahui sering menjadi sasaran kelompok Islam Boko Haram.
"Ledakan itu terjadi di dalam pasar di bagian ponsel, dekat ternak pasar. Itu tersembunyi dalam ransel yang digunakan untuk penyemprotan herbisida," ujar seorang relawan, Yuram Bura seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah menerima setidaknya 47 jenazah dan setidaknya 50 dengan luka dari pasar Sabon Gari," ungkap seorang perawat di RSU Biu.
"Setelah ledakan, semua orang lari meninggalkan pasar karena takut adanya ledakan susulan. Namun, warga dan relawan pergi ke tempat kejadian dan berhasil mengevakuasi korban. Tentara juga dikerahkan. Pasar kini ditutup," tambah seorang pedagang lokal, Samaila.
Saksi mata mengatakan Boko Haram adalah pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Sebelumnya kelompok pemberontak itu memang menargetkan pusat-pusat keramaian seperti terminal bus, stasiun, pasar, masjid, dan gereja selama 6 tahun pemberontakan berdarah tersebut.
Serangan ledakan di Sabon Gari terjadi 2 hari setelah jihadis menembak mati 4 orang dan menculik 5 lainnya dalam serangan di jalan raya di daerah yang sama. Orang bersenjata yang diduga berasal dari Boko Haram juga menewaskan 8 orang pada akhir Juli dalam seragan di sebuah desa dekat Biu. Sejak 2009, kelompok pemberontak itu telah menewaskan lebih dari 15.000 orang. (elz/dha)











































