Semula, Zarif dijadwalkan bertemu para pemimpin Turki di ibukota Ankara hari Selasa ini untuk membahas berbagai isu, termasuk soal krisis Suriah. Krisis Suriah telah menimbulkan pertentangan hebat antara Teheran dan Ankara mengingat Iran merupakan sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, seteru Turki.
"Telah ada perubahan dalam program (kunjungan) tersebut," ujar seorang pejabat Turki tanpa menyebut alasan penundaan kunjungan itu, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Unsur-unsur ekstremis menemukan lingkungan yang nyaman selama krisis Suriah dengan dukungan yang mereka terima dari orang-orang, organisasi-organisasi dan pemerintahan di wilayah tersebut dan berubah menjadi struktur raksasa yang mengejar tujuan dan cita-cita palsu," tulis Zarif.
"Saat ini, unsur-unsur tersebut bahkan mengancam para pendiri dan pendukung mereka sendiri," imbuhnya.
Tidak jelas apakah pernyataan Zarif tersebut merupakan kritikan terselubung pada Turki, yang selama ini dituding tidak cukup berupaya untuk mengendalikan kebangkitan ISIS dan bahkan diam-diam berkolusi dengan kelompok itu. Ankara telah berulang kali membantah tuduhan tersebut.
(ita/ita)











































