Kementerian Luar Negeri Swedia mengkonfirmasi pemberitaan media Swedia tersebut, meski menolak berkomentar lebih rinci.
"Kami telah diberitahu bahwa seorang anak Swedia sedang berada di Suriah. Kami sedang berhubungan dengan anggota keluarga," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Swedia, Gabriel Wernstedt seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia dan pacarnya yang berusia 19 tahun dilaporkan pergi ke Suriah via Turki, dan direkrut setibanya di sana oleh kelompok terkait Al-Qaeda. Namun sejoli itu ditangkap para militan ISIS di kota Aleppo, Suriah utara pada awal Agustus ini. Keduanya telah dipindahkan ke sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan ISIS. Dilaporkan bahwa pacar ABG tersebut telah dipaksa untuk bertempur mendukung ISIS.
Dilaporkan bahwa ABG tersebut telah menelepon orangtuanya setidaknya tiga kali selama ditahan kelompok ISIS. Ini dimungkinkan setelah beberapa wanita yang juga ditahan ISIS, diam-diam meminjamkan sebuah telepon genggam pada ABG tersebut.
Ibu ABG tersebut mengatakan pada Expressen, dirinya berbicara dengan putrinya itu terakhir pada Minggu, 9 Agustus waktu setempat dan mengetahui bahwa dia ditahan ISIS bersama sekelompok wanita Arab.
"Kami tidak tahu bagaimana mengeluarkan dia dari negara itu. Dia kini berada di daerah yang dikuasai ISIS jadi itu akan lebih sulit," tutur ibu ABG tersebut. (ita/ita)











































