Terpisah 71 Tahun, Ibu Bertemu Anak yang Dilahirkan Saat PD II

Terpisah 71 Tahun, Ibu Bertemu Anak yang Dilahirkan Saat PD II

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Agu 2015 13:32 WIB
Terpisah 71 Tahun, Ibu Bertemu Anak yang Dilahirkan Saat PD II
Ilustrasi (PublicDomainPictures/Pixabay)
Roma - Seorang nenek berusia 92 tahun di Italia bertemu kembali dengan putrinya selang 71 tahun berpisah. Wanita ini terpisah dengan putrinya sejak zaman Perang Dunia II.

Seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2015), nenek yang aslinya berasal dari Novellara, desa kecil di Italia ini, tengah bekerja di Jerman selama era Perang Dunia II. Pada saat itu, nenek ini hamil dari hubungannya dengan seorang tentara Jerman yang sudah menikah.

Setelah nenek ini melahirkan anaknya, keluarga tentara Jerman atau ayah bayi itu mengambil sang bayi perempuan dan membesarkannya di Jerman. Media-media Jerman menyebut anak perempuan ini diberi nama Margot Bachmann. Anak ini telah diberitahu ibunya berasal dari Italia, tapi disebut bahwa ibunya tewas dalam perang.

Ketika ayahnya meninggal dunia tahun lalu, Bachmann yang kini berusia 71 tahun memutuskan untuk mencari ibundanya lewat Layanan Pelacakan Internasional (ITS), sebuah pusat dokumentasi Perang Dunia II di Jepang.

Dengan bantuan Palang Merah Italia, ITS berhasil menemukan ibunda Bachmandd yang masih hidup dan keduanya bertemu pada akhir pekan kemarin. "Ketika saya mulai mencari keberadaan ibu saya, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya bisa memeluknya," tutur Bachmann kepada surat kabar setempat, Il Quotidiano.

"Ayah saya melarang saya mencari ibu, tapi setelah beliau meninggal, berkat bantuan mengagumkan dari anak perempuan saya sendiri, saya menemukan ibu," imbuhnya.

Juru bicara Palang Merah Italia, Laura Bastianetto yang hadir dalam reuni ibu dan anak tersebut, menyebut hal ini sebagai keajaiban kecil. "Sungguh jarang bagi seorang ibu dan anaknya untuk bertemu setelah 71 tahun, jauh lebih banyak kasus saudara yang terpisah yang bertemu kembali, karena hanya ada sedikit korban selamat Perang Dunia II," ucap Bastianetto. (nvc/ita)


Berita Terkait