Seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2015), remaja yang tidak disebut namanya ini, mengaku bersalah telah melukai gurunya yang bernama Vincent Uzomah. Tindak pidana ini terjadi pada Juni lalu di sekolahnya di Bradford, Inggris bagian utara.
Menurut pengadilan, remaja ini mengucapkan kata-kata kasar berbau rasial sebelum menikam gurunya yang berusia 50 tahun. Serangan ini, disebutkan pengadilan, telah direncanakan sebelumnya. Teman-teman sekelas remaja tersebut membahas serangan ini pada akun Facebook mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hakim Hall menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada remaja ini, ditambah 5 tahun hukuman percobaan. Remaja ini hanya melipat tangannya dan menguap ketika vonis dibacakan.
Disebutkan hakim Hall, bahwa 20 menit setelah serangan, remaja ini mengirim pesan lewat Facebook yang mengungkapkan serangannya. "Dia semakin lucu jadi saya tusukkan pisau ke dalam perutnya," tulis pesan remaja ini yang mendapat 69 like dari pengguna Facebook lainnya.
"Refleksi mengerikan soal masyarakat kita, bahwa dalam beberapa menit atau jam setelah pesan diunggah, ada 69 orang yang menyukainya. Betapa memuakkan. Anda benar-benar seorang pemuda berbahaya," sebut hakim Hall.
Akibat serangan ini, korban mengalami luka fisik serius serta trauma psikologi. Korban tidak yakin akan kembali mengajar, namun dia menyatakan telah memaafkan pelaku. (nvc/ita)











































