Satu orang yang awalnya diduga sebagai salah satu korban karena mengalami luka serius, ternyata merupakan salah satu dari dua pelaku penikaman. Tidak diketahui pasti bagaimana satu pelaku ini bisa mengalami luka-luka.
"Dua pria ditangkap... Satu tersangka lahir tahun 1992 dan satu tersangka lainnya, yang mengalami luka-luka, lahir tahun 1979," ujar Kepala Kepolisian Vasteras, Per Agren seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan insiden gila yang telah terjadi. Kami tidak tahu penyebabnya. Kami tidak melihat adanya hubungan antara pelaku dengan korban," sebut Agren.
Otoritas setempat menyatakan, tidak ada indikasi aksi penusukan ini terkait terorisme. Menurut Agren, kedua pelaku yang tidak disebut identitasnya, tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak familiar bagi kepolisian setempat. Pelaku yang luka-luka diamankan di dalam toko, sedangkan satu pelaku lainnya ditangkap saat hendak naik bus di luar toko tersebut.
Pihak manajer toko, Mattia Johansson menyebut kedua korban merupakan konsumen biasa. IKEA terpaksa menutup tokonya pada Senin (10/8) usai insiden ini. Belum diketahui kapan toko akan dibuka kembali. (nvc/ita)










































