Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (11/8/2015), pemimpin eksekutif St Louis County, Stve stenger menyatakan bahwa pihak kepolisian akan mengambil alih situasi dengan memberlakukan 'keadaan darurat' di Ferguson dan beberapa distrik sekitarnya.
"Menanggapi kekerasan semalam dan kerusuhan di kota Ferguson, dan potensi membahayakan publik dan properti setempat, saya menggunakan wewenang saya sebagai pemimpin eksekutif untuk memberlakukan keadaan darurat, dengan segera secara efektif," tegas Stenger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemuda 18 tahun bernama Tyronne Harris itu dijerat dakwaan berlapis, mulai dari penyerangan terhadap personel kepolisian, tindak kriminal bersenjata dan penembakan terhadap kendaraan bermotor. Harris sendiri tengah dirawat di rumah sakit setempat, usai terkena tembakan saat diamankan polisi.
Sedangkan di kota St Louis, kepolisian menangkap lebih dari 50 demonstran karena memanjat barikade polisi yang dipasang di sekitar gedung pengadilan federal setempat. Kerusuhan dan penjarahan juga melanda kawasan bisnis Ferguson saat peringatan digelar.
"Saya pikir sangat disayangkan peringatan yang indah berakhir seperti ini. Beberapa orang menerobos masuk ke dalam properti bisnis kami," tutur salah satu pemilik salon yang dijarah, Dellena Jones kepada AFP. (nvc/ita)











































