Kepada harian lokal, Le Parisien, Rebsamen mengatakan dirinya akan menyampaikan pengunduran dirinya pada 19 Agustus mendatang, setelah sidang kabinet mendatang.
"Saya tak pernah bermimpi menggabungkan pekerjaan menteri tenaga kerja dan walikota Dijon ... Saya tahu benar bahwa seseorang tak bisa menggabungkan kedua hal itu dan saya tak pernah membayangkan itu," tutur Rebsamen seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dengan pengunduran dirinya ini, Presiden Prancis Francois Hollande harus mencari orang lain untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di negeri itu.
Angka pengangguran di Prancis terus berada di angka sekitar 10 persen. Hollande pun telah mengatakan, dirinya tidak berminat untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden tahun 2017, jika dirinya tak berhasil menurunkan angka pengangguran.
(ita/ita)










































