Maladewa ikut serta menyusul laporan bahwa beberapa warganya telah melihat puing-puing yang belum teridentifikasi. Sejumlah penampakan puing tersebut terjadi sekitar sebulan lalu dan baru dilaporkan ke otoritas pada Minggu, 9 Agustus.
"Ada atensi baru pada penampakan ini setelah temuan di Reunion," ujar juru bicara kepolisian Maladewa seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohamed Shareef, salah satu menteri di kantor Presiden Maladewa mengatakan, pemerintahnya bekerja sama erat dengan otoritas aviasi Malaysia guna mengidentifikasi puing-puing yang ditemukan.
"Kami mengumpulkan setiap puing tak teridentifikasi dan menyimpannya dalam sebuah gudang sehingga Malaysia bisa melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah itu berasal dari pesawat mereka (MH370) atau tidak," tutur Shareef kepada AFP.
"Kami sendiri tidak melakukan pemeriksaan apapun, namun kami mengirimkan foto-foto dari apa yang kami temukan dan menanti respons mereka," imbuhnya.
Penerbangan MH370 hilang pada 8 Maret 2014 lalu saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China. Hilangnya pesawat Boeing 777 tersebut mendorong upaya pencarian internasional yang terbesar sepanjang sejarah. (ita/ita)











































