Dilansir dari AFP, Senin (10/8/2015), hutan Sundarbans merupakan rumah bagi para harimau Bengal. Saat ini jumlahnya hanya mencapai 106 ekor dari 440 pada tahun lalu.
"Para pemburu yang pertama menembak kami karena kami menggrebek persembunyian mereka di sungai Mandarbaria di hutan. Lalu kami serang balik. Enam pemburu tewas dalam baku tembak," kata kepala polisi setempat Harendranath Sarker.
Dalam penggrebekkan, polisi menemukan kulit harimau Benggala dewasa yang berukuruan 3,5 meter. Selain itu, polisi juga menyita empat senapan dan pistol.
Sarker mengatakan bahwa tindakan keras polisi terhadap pemburu dilakukan menyusul survei terbaru dari Departemen Kehutanan Bangladesh. Dephut Bangladesh mengatakan bahwa hewan langka dan salah satu cadangan terbesar dunia jumlah populasinya mulai menurun.
Sarker menambahkan bahwa sungai dan kanal hutan Sundarbans telah menjadi magnet bagi para pemburu. Dalam beberapa tahun terakhir, polisi Bangladesh telah menyelamatkan anak harimau yang hidup dan menyita hampir selusin kulit harimau.
"Mereka menjual tulang harimau, daging dan kulitnya saat ini untuk mempunyai banyak uang," katanya. (yds/imk)











































