"Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa kita (kepolisian dan intelijen) terus menerus meninjau rencana pengamanan untuk acara-acara publik. Prioritas kami adalah keselamatan dan keamanan bagi semua yang hadir atau yang terlibat," demikian pernyataan resmi dari Kepolisian Inggris seperti dilansir The Telegraph, Senin (10/8/2015).
"Warga didorong untuk melanjutkan rencana untuk tetap menghadiri dan mengambil bagian dalam acara tersebut," lanjut pernyataan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bom waktu akan diletakkan di lokasi acara. Jika hal itu terjadi, maka dapat dipastikan akan menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Sebuah sumber mengatakan bahwa ancaman kepada Ratu sangat spesifik. Selain Ratu, target lain yang diterima oleh intelijen Inggris adalah Pangeran Charles. Putra mahkota tersebut dijadwalkan akan hadir dalam acara pekan depan.
Istana Buckingham telah menolak berkomentar terhadap kabar ancaman ini. Polisi pun tetap mengimbau agar warga Inggris melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Β
Rencananya akan ada 1.000 veteran dari angkatan bersenjata Inggris beserta keluarga yang juga akan hadir dalam acara peringatan ini, termasuk Perdana Menteri David Cameron. Teror bom terakhir yang menimpa Inggris terjadi pada tahun 2005, sebanyak 52 orang tewas dan 700 lainnya luka-luka akibat bom bunuh diri yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah. (yds/imk)











































