Polisi Minta Warga Inggris Abaikan Kabar Ancaman ke Ratu Elizabeth II

Polisi Minta Warga Inggris Abaikan Kabar Ancaman ke Ratu Elizabeth II

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 06:22 WIB
Polisi Minta Warga Inggris Abaikan Kabar Ancaman ke Ratu Elizabeth II
Foto: Getty Images
London - Kepolisian Inggris meningkatkan pengamanan pada peringatan 70 tahun akhir Perang Dunia II yang akan diselenggarakan di pusat kota London, pekan depan setelah ada kabar teror bom yang akan ditunjukkan pada Ratu Elizabeth II. Meski begitu, warga diminta tetap menghadiri peringatan tersebut.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa kita (kepolisian dan intelijen) terus menerus meninjau rencana pengamanan untuk acara-acara publik. Prioritas kami adalah keselamatan dan keamanan bagi semua yang hadir atau yang terlibat," demikian pernyataan resmi dari Kepolisian Inggris seperti dilansir The Telegraph, Senin (10/8/2015).

"Warga didorong untuk melanjutkan rencana untuk tetap menghadiri dan mengambil bagian dalam acara tersebut," lanjut pernyataan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Daily Mail mengklaim mendapat informasi dari sumber bahwa polisi dan intelijen Inggris berhasil mengungkap rencana pembunuhan terhadap pemimpin monarki Inggris yang akan dilakukan oleh seorang jihadis. Rencana pembunuhan itu diatur oleh komandan ISIS yang bermarkas di Suriah.

Bom waktu akan diletakkan di lokasi acara. Jika hal itu terjadi, maka dapat dipastikan akan menimbulkan korban jiwa cukup banyak. Sebuah sumber mengatakan bahwa ancaman kepada Ratu sangat spesifik. Selain Ratu, target lain yang diterima oleh intelijen Inggris adalah Pangeran Charles. Putra mahkota tersebut dijadwalkan akan hadir dalam acara pekan depan.

Istana Buckingham telah menolak berkomentar terhadap kabar ancaman ini. Polisi pun tetap mengimbau agar warga Inggris melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Β 

Rencananya akan ada 1.000 veteran dari angkatan bersenjata Inggris beserta keluarga yang juga akan hadir dalam acara peringatan ini, termasuk Perdana Menteri David Cameron. Teror bom terakhir yang menimpa Inggris terjadi pada tahun 2005, sebanyak 52 orang tewas dan 700 lainnya luka-luka akibat bom bunuh diri yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah. (yds/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads