"Sudah berakhir dan berakhir dengan baik. Kami membebaskan empat sandera. Tapi sayangnya, kami juga menemukan tiga jenazah di lokasi," tutur juru bicara Kementerian Pertahanan Mali, Kolonel Diaran Kone, seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/8/2015).
Tidak disebut lebih lanjut identitas tiga jenazah itu. Kone juga tidak menyebut kewarganegaraan para sandera yang dibebaskan maupun korban tewas.
Otoritas Ukraina dan Rusia sebelumnya mengkonfirmasi bahwa warga mereka ikut disandera di hotel tersebut. Kemudian kantor berita Rusia, mengutip atase pers pada Kedutaan Besar Rusia di Mali, menyebutkan bahwa seorang sandera asal Rusia yang bekerja untuk maskapai UTair telah dibebaskan.
Warga Prancis dan juga Afrika Selatan juga disebutkan menginap di hotel yang sama.
Sekelompok pria bersenjata menyerang Hotel Byblos di kota Sevare pada Jumat (7/8) pagi waktu setempat. Hotel tersebut biasa menjadi tempat menginap staf PBB. Para pelaku melepas tembakan di dalam hotel dan menewaskan sedikitnya 6 orang, termasuk lima tentara pemerintah Mali dan seorang staf misi perdamaian PBB di Mali, MINUSMA.
Kepolisian beserta tentara Mali mengepung hotel tersebut dan baku tembak pun terjadi. Tiga pelaku, termasuk satu pelaku yang memasang peledak di tubuhnya, dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut.
Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. (nvc/gah)











































