Seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2015), Kirov juga dinyatakan bersalah telah mengajukan 1.000 pengeluaran fiktif antara tahun 2007 hingga 2011. Dalam persidangan, Kirov menyangkal semua dakwaan yang dijeratkan kepadanya dan menyatakan hendak mengajukan banding atas vonis pengadilan.
"Saya meyakini sistem peradilan Bulgaria adil dan saya percaya saya akan bisa membuktikan saya tidak bersalah," tutur Kirov kepada radio nasional Bulgaria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2012 lalu, Kirov dicopot dari posisinya sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional setelah 9 tahun menjabat. Perdana Menteri Bulgaria Boiko Borisov kemudian menunjuknya sebagai salah satu penasihatnya, namun selang dua bulan kemudian Kirov dipecat.
Bulgaria sendiri berulang kali dikritik oleh otoritas Uni Eropa karena gagal memenjarakan pejabat yang korup serta gagal merombak sistem peradilannya yang tidak efisien. Bulgaria dan negara tetangganya, Rumania berharap dengan adanya perubahan pada sektor hukum bisa membawa mereka untuk bergabung dengan Uni Eropa.
Praktik korupsi di Bulgaria mengikis kepercayaan publik pada institusi pemerintah dan menghambat investasi asing.
(nvc/nwk)











































