Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut insiden ini sebagai terorisme. Namun tidak diketahui pasti apakah warga Palestina ini memiliki kaitan dengan kelompok militan tertentu. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2015).
Layanan ambulans Israel menyebut, dua tentara Israel yang ditabrak kini dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat. Sedangkan satu tentara lainnya hanya mengalami luka ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, pria Palestina ini berada dalam penahanan otoritas Israel. Seorang sumber keamanan Palestina mengidentifikasi pria ini sebagai warga desa di Tepi Barat, dekat Yerusalem.
Aksi kekerasan di wilayah Tepi Barat dan juga Yerusalem semakin meningkat semenjak perundingan damai antara Israel dengan Palestina mengalami kebuntuan pada April 2014 lalu. Pekan lalu, ekstremis Yahudi membakar rumah warga Palestina di Tepi Barat hingga menewaskan bayi berumur 18 bulan.
Kemudian pada Senin (3/8), dua warga Israel luka-luka setelah bom molotov dilemparkan ke kendaraan mereka, ketika melintasi wilayah Yerusalem Timur. (nvc/ita)











































