Seperti dilansir Reuters, Jumat (7/8/2015), otoritas patroli laut Taiwan hanya melaporkan topan ini sudah memakan korban jiwa di wilayah Yilan. Sedikitnya 2 orang tewas dan satu orang lainnya masih hilang terbawa gelombang besar di pantai Yilan.
Tidak disebut lebih lanjut jumlah penerbangan yang dibatalkan dan sekolah yang ditutup sementara. Layanan kereta cepat dan sistem metro Taiwan masih beroperasi normal pada Jumat (7/8). Namun diperkirakan akan mulai terkena dampaknya pada Sabtu (8/8) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topan Soudelor ini bergerak dengan kecepatan 173 kilometer per jam mendekati daratan Taiwan. Biro Prakiraan Cuaca Pusat menyebut topan dahsyat ini sebagai topan terkuat yang menerjang Taiwan sejak topan Usage tahun 2013 lalu.
Topan ini diperkirakan mencapai daratan Taiwan pada Sabtu (8/8) dan bergerak ke Selat Taiwan lalu mendekati wilayah Fujian, China. Di Fujian sendiri, otoritas setempat sudah mulai mengevakuasi warga yang ditinggal di dekat pantai.
Wilayah Taiwan yang terletak di antara Laut China Selatan dan Samudera Pasifik, cukup sering dilanda topan. Pada tahun 2009 lalu, topan Morakot yang dijuluki sebagai topan mematikan menerjang Taiwan dan merenggut nyaris 800 nyawa. (nvc/ita)











































