Wanita yang diidentifikasi sebagai Nasrin As'ad Ibrahim alias Umm Sayyaf ini merupakan istri Abu Sayyaf yang tewas dalam serbuan militer AS di Suriah pada Mei lalu. Nasrin kini ditahan oleh Kementerian Dalam Negeri Provinsi Kurdistan, Irak.
"Keputusan untuk mentransfer penahanan Umm Sayyaf kepada pemerintah Irak ini didasarkan pada tekad pemerintah AS bahwa pemindahan tahanan harus dilakukan dengan pantas, menghormati pertimbangan hukum, diplomatis, intelijen, keamanan dan penegak hukum," demikian pernyataan Departemen Pertahanan AS seperti dilansir AFP, Jumat (7/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Pertahanan AS menyatakan, puluhan anggota ISIS tewas dalam serbuan tersebut. Saat itu, target AS adalah menahan Abu Sayyaf dan istrinya dalam keadaan hidup-hidup. Namun karena mendapat perlawanan maka baku tembak terjadi hingga menewaskan Abu Sayyaf.
Otoritas AS dan Irak sama-sama menuturkan, seorang gadis muda dari etnis Yazidi yang ditahan sebagai budak oleh pasangan itu, dibebaskan usai penggerebekan. Militer AS juga menemukan benda-benda berharga termasuk artefak bersejarah asal Irak di kediaman Abu Sayyaf.
Status hukum Umm Sayyaf tidak jelas usai penggerebekan tersebut, namun otoritas AS meyakini Umm Sayyaf juga telah menjadi anggota ISIS. (nvc/ita)











































