Hal tersebut disampaikan Kerry bertepatan dengan peringatan 70 tahun tragedi bom Hiroshima. Seremoni digelar di Hiroshima hari ini untuk menandai peringatan jatuhnya bom nuklir pertama di dunia tersebut. Dalam seremoni tersebut, Walikota Hiroshima, Kazumi Matsui menyerukan agar senjata nuklir dimusnahkan.
"Saya menyaksikan seremoni itu... perlu dikatakan, ini pengingat yang sangat, sangat kuat atas, bukan hanya dampak perang hingga saat ini bagi orang-orang dan negara-negara, namun juga itu menekankan pentingnya kesepakatan yang telah kita capai dengan Iran untuk mengurangi kemungkinan lebih banyaknya senjata nuklir," kata Kerry seperti dilansir Reuters, Kamis (6/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kerry, peringatan bom Hiroshima juga menekankan pentingnya upaya Amerika Serikat dengan negara-negara lain, khususnya Rusia, untuk mengurangi jumlah senjata nuklir yang ada.
Pada 14 Juli lalu, Iran dan negara-negara kekuatan dunia, termasuk AS berhasil mencapai kesepakatan mengenai program nuklir negeri Republik Islam itu. Sesuai kesepakatan tersebut, Iran setuju untuk tidak mengembangkan program nuklirnya, yang selama ini oleh Barat dicurigai digunakan untuk memproduksi bom atom. Sebagai gantinya, sanksi-sanksi internasional terhadap Iran dicabut.
Peristiwa bom nuklir Hiroshima oleh AS pada 6 Agustus 1945 lalu dilaporkan menewaskan 140 ribu orang. Peristiwa itu diikuti dengan tragedi bom nuklir kedua yang dijatuhkan AS ke kota Nagasaki pada 9 Agustus 1945, yang menewaskan seketika sekitar 40 ribu orang.
(ita/ita)











































