Berikut Kronologi Hilangnya MH370 Hingga Puing di La Reunion Ditemukan

Berikut Kronologi Hilangnya MH370 Hingga Puing di La Reunion Ditemukan

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Kamis, 06 Agu 2015 06:14 WIB
Berikut Kronologi Hilangnya MH370 Hingga Puing di La Reunion Ditemukan
Foto: Dok. CNN
Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menegaskan bahwa pada hari Kamis, reruntuhan Boeing 777 telah ditemukan di sebuah pulau di Samudera Hindia yang telah terkonfirmasi berasal dari Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan 370.

Berikut ini, ringkasan perkembangan dalam tragedi hilangnya pesawat yang mengangkut 239 penumpang dan kru, 17 bulan yang lalu;

Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

8 Maret 2014

- Penerbangan 370 berangkat dari Kuala Lumpur pada pukul 00:41 menuju Beijing. Pada pukul 01.30 hilang dari radar sipil sebelum melewati kontrol lalu lintas udara Vietnam. Pukul 02.15, pesawat muncul di radar militer, namun Angkatan Udara Malaysia tidak mengambil tindakan.

- Vietnam kemudian melakukan operasi pencarian multinasional di Laut Cina Selatan.

- Dua penumpang yang hendak pergi sempat dicurigai sebagai teroris setelah memakai paspor Uni Eropa palsu, namun ternyata mereka hanya imigran gelap Iran. Polisi Malaysia mengatakan bahwa tidak ada bendera merah pada keduanya usai pemeriksaan latar belakang.

9 Maret

- Kepala Angkatan Udara Malaysia mengatakan bahwa pesawat mungkin telah memutar arah ke Kuala Lumpur tanpa alasan yang jelas, merujuk pada data radar. Beberapa hari kemudian, area pencarian meluas hingga sebelah barat semenanjung Malaysia dan Angkatan Udara Malaysia menegaskan bahwa kedipan di radar memang berasal dari MH370.

14 Maret

- Pencarian kemudian meluas hingga ke selatan Samudera Hindia setelah Gedung Putih mendapat informasi bahwa pesawat tetap terbang meski hilang kontak.
Β 
15 Maret

- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa pesawat tersebut tampaknya telah terbang selama berjam-jam, memutar arah dengan tajam bersamaan dengan sistem komunikasi dan transponder yang secara manual dimatikan.

- Data satelit menunjukkan lokasi yang diketahui terdapat pesawat terdapat di sepanjang dua busur besar yang membentang dari utara Asia Tengah hingga ke selatan Samudera Hindia. Kemudian pencarian di Laut Cina Selatan dibatalkan.

16 Maret

- Lebih dari dua lusin negara terlibat dalam pencarian pilot dan co-pilot, sedangkan Malaysia bertindak sebagai pengawas. Ahli FBI juga memeriksa hard drive dari simulator penerbangan di rumah Kapten Zaharie Ahmad Shah, namun tak menemukan hal yang mencurigakan.

20 Maret

- Australia mengatakan bahwa satelit memotret dua benda besar di daerah terpencil, selatan Samudera Hindia. Namun ternyata itu bukan.

24 Maret

- Najib mengumumkan "dengan kesedihan mendalam dan penyesalan" bahwa MH370 telah jatuh di Samudera Hindia, mengutip dari analisis terbaru dari data satelit.

- Keesokkan harinya di Beijing, Cina, keluarga korban dengan emosi terlibat perkelahian dengan penjaga Kedutaan Besar Malaysia untuk menuntut pertanggungjawaban.

31 Maret

- Malaysia merilis transkrip percakapan komunikasi dari radio pilot. Namun sedikit titik terang.

4 April

- Amerika menyediakan detektor "kotak hitam" untuk memindai dari zona yang diduga tempat terjadinya kecelakaan dengan detik jam yang daya tahannya hanya satu bulan

5 April

- Sebuah kapan pencari asal Cina mendeteksi "sinyal telepon" di bawah laut Samudera Hindia. Sinyal "Ping" terdeteksi oleh kapal lain di hari berikutnya. Namun terhenti sebelum mereka menemukannya. Beberapa ahli meragukan temuan terkait MH370.

14 April

- Menghentikan sinyal pencarian di bawah air, Australia kemudian menurunkan drone laut bersama Amerika untuk menyelidiki puing-puing di sinyal 'ping'. Namun tak menemukan apa-apa.

28 April

- Australia mengumumkan area pencarian akan diperluas di Samudera Atlantik. Fokus ditujukan untuk memetakan dasar laut sebelum pencarian dilanjutkan.

27 Mei

- Setelah berminggu-minggu mendapat tekanan keluarga, Malaysia melepaskan data satelit baku untuk digunakan dalam menentukan zona pencarian. Kerabat mencurigai bahwa data penting telah dihilangkan.

6 Oktober

- Sebuah kapal Malaysia mendeteksi sonar dari dasar laut. Kemudian tiga kapal asal Belanda bergabung untuk membantu pencarian.



29 Januari 2015

- Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa penumpang MH370 dan kru 'diduga tewas', keluarga pun marah dan menuntut bukti.

4 Februari

- Adanya tragedi MH370, mendorong pertemuan puncak penerbangan global di Montreal, Kanada yang kemudian meminta pelacakan langsung pesawat-pesawat yang mengalami kerusakan mulai tahun 2016.

7 Maret

- Adik dari Kapten Zaharie mebela sang kakak bahwa mungkin dia berperan dalam hilangnya pesawat. Namun ia orang yang memiliki integritas.

8 Maret

- Kerabat dan maskapai menandai satu tahun hilangnya MH370 dengan sebuah upacara.

9 Maret

- Tim investigasi internasional didirikan oleh Malaysia dan melaporkan bahwa baterei data suar telah habis setelah setahun pencarian. Namun tidak ada sinyal baru dari pencarian pesawat tersebut.

10 Maret

- Penyidik mengungkapkan bahwa sebuah benda dari Malaysia Airlines ditemukan di pantai di Australia Barat pada bulan Juli 2014, tetapi pihak berwenang mengatakan tidak ada hubungannya dengan MH370.

16 April

- Malaysia, Australia, dan Cina mengatakan bahwa area pencarian untuk MH370 akan diperluas dua kali lipat dalam ukuran 120.000 kilometer persegi atau 46.300 mil persegi.

1 Juni

- CEO Malaysia Airlines yang baru Christoph Mueller mengatakan bahwa 'perusahaan bangkrut' setelah saham melemah. Perusahaan kemudian mulai memangkas 6.000 pekerjanya.

29 Juli

- Sepotong puing pesawat ditemukan oleh petugas pantai di tepi laut Perancis La Reunion di Samudera Hindia. Reruntuhan kemudian dinyatakan sebagai bagian sayap Boeing 777 dan kemduian dikirim ke Perancis untuk diteliti.

6 Agustus

- Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa tim ahli menganalisa puing-puing dan 'memiliki konfirmasi' bahwa reruntuhan tersebut berasal dari MH370. Namun, Najib tidak memberikan indikasi bahwa analisis puing-puing yang ditemukan petunjuk dari penyebab hilangnya pesawat.
Halaman 2 dari 2
(yds/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads