18 Jurnalis Turki Didakwa Sebarkan Propaganda Teroris

18 Jurnalis Turki Didakwa Sebarkan Propaganda Teroris

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 17:00 WIB
18 Jurnalis Turki Didakwa Sebarkan Propaganda Teroris
Ilustrasi
Ankara, - Delapan belas jurnalis Turki telah didakwa menyebarkan propaganda teroris dan terancam hukuman penjara yang berat. Mereka diadili karena mempublikasi sebuah foto pejabat hukum sedang ditodong senjata api oleh para militan sayap kiri pada Maret lalu. Kasus ini meningkatkan keprihatinan akan catatan kebebasan pers Turki.

Jaksa penuntut umum telah menuntut hukuman penjara hingga 7,5 tahun bagi masing-masing jurnalis dari 9 surat kabar itu. Ke-18 wartawan itu dituduh mencoba menggambarkan organisasi teroris sebagai "kuat dan mampu melakukan tindakan apapun." Demikian menurut pemberitaan media Turki seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (5/8/2015).

Para jurnalis itu diadili terkait foto para militan menodongkan senjata api ke kepala jaksa Istanbul, Mehmet Selim Kiraz, yang kemudian tewas dalam baku tembak. Foto itu telah menyebar luas di internet. Otoritas Turki telah memerintahkan Facebook, Google dan situs-situs lainnya untuk menghapus foto tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Can Dundar, pemimpin redaksi surat kabar Cumhuriyet, salah satu dari 18 jurnalis yang diadili tersebut, mengatakan bahwa foto itu dimaksudkannya untuk menggambarkan wajah buruk dan kelam terorisme.

Jaksa menuntut hukuman penjara mulai dari 18 bulan hingga 7,5 tahun dalam sidang dakwaan yang digelar Selasa, 4 Agustus waktu setempat.

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada Januari lalu, bahwa para jurnalis Turki lebih bebas dibandingkan jurnalis manapun di Eropa. Namun otoritas Turki belakangan makin sering menggunakan hukum antiterorisme untuk mengadili para wartawan. Bahkan puluhan wartawan masih menjalani proses hukum karena memberitakan skandal korupsi yang mencuat di sekitar lingkaran dalam Erdogan pada Desember 2013.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads