Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2015), otoritas distrik Nayong menyebut, kedua korban tewas terdiri atas anak perempuan berusia 15 tahun dan adik laki-lakinya yang berusia 12 tahun. Keduanya ditemukan tewas di rumah mereka di desa Bijie, Provinsi Guizhou pada Selasa (4/8) waktu setempat.
Tidak disebut lebih lanjut kondisi keduanya saat ditemukan sudah tak bernyawa. Namun desa Bijie di Provinsi Guizhou merupakan wilayah yang sama tempat terjadinya insiden tragis empat anak telantar yang bunuh diri dengan menenggak racun pembasmi serangga, pada Juni lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (3/8) malam, sang kakak pergi keluar rumah untuk mengunjungi kerabatnya dan tidak pulang hingga kedua adiknya ditemukan tak bernyawa. Kepolisian setempat masih menyelidiki kasus ini secara mendalam. " Diduga terkait pembunuhan," sebut pernyataan kepolisian setempat.
Insiden ini merupakan insiden terbaru yang menimpa anak-anak yang ditinggal sendirian oleh orang tua yang mencari nafkah di luar kota. Hal semacam ini banyak terjadi di wilayah pedesaan China. Anak-anak tidak bisa ikut bersama orang tua mereka karena tidak memiliki dokumen yang diperlukan untuk tinggal di kota, untuk bersekolah dan mendapat layanan kesehatan di sana.
Menurut data dari organisasi All-China Women's Federation, lebih dari 60 juta anak-anak di pedesaan China ditinggal orang tua dan diasuh oleh kerabatnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,4 persen terpaksa hidup seorang diri karena ditinggal orang tua bekerja di luar kota. (nvc/ita)











































