"Kami mendorong Anda untuk menyerang Amerika di tanahnya sendiri maupun di luar," ujar ahli perakit bom dari AQAP, Ibrahim al-Asiri dalam suratnya seperti dilansir CNN, Rabu (5/8/2015).
Di dalam surat ini, menurut terjemahan dari SITE Intelligence Group, menyebut AS sebagai target utama. "Amerika adalah yang pertama," sebut surat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asiri sendiri masuk dalam daftar buronan terorisme AS dan dihargai US$ 5 juta atau setara Rp 67 miliar. Asiri merupakan dalang utama di balik percobaan serangan bom pada Hari Natal tahun 2009 di sebuah pesawat dari Afrika tujuan Detroit. AS. Saat itu, bom disembunyikan di celana dalam namun gagal diledakkan. Asiri juga mendalangi upaya serangan bom di dalam cartridge printer yang diangkut pesawat AS, namun berhasil digagalkan. Β
Katherine Zimmerman dari American Enterprise Institute meyakini, Asiri telah mengajarkan keahliannya merakit bom kepada banyak penerusnya.
Pemimpin senior AQAP lainnya, Khalid Batarfi juga menyerukan serangan terhadap AS. Batarfi yang kabur dari penjara Yaman ini, memuji penembakan di Tennessee, AS pada Juli lalu yang menewaskan 5 tentara AS. Dia juga memuji dua pria bersenjata yang melakukan serangan di Garland, Texas pada Mei.
"Darah untuk darah," ucapnya dalam video yang diposting online, sembari menyerukan serangan teror terhadap AS dan negara-negara Barat lainnya, terutama yang dilakukan oleh perorangan.Β (nvc/ita)











































