Dilaporkan organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, Nusra Front menculik total 13 orang dari 'Divisi 30'. Divisi tersebut merupakan unit pemberontak Suriah yang juga terdiri atas beberapa pejuang yang mendapat pelatihan dari militer AS. Β
Namun tidak diketahui pasti apakah kelima pemberontak yang diculik itu mengikuti program pelatihan militer AS yang baru atau program pelatihan CIA yang sudah ada terlebih dahulu dan diselenggarakan terpisah. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (5/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi laporan ini, Pentagon atau Departemen Pertahanan AS menyatakan pihaknya terus memantau situasi di Suriah. "Tidak ada informasi lebih lanjut untuk disampaikan," demikian pernyataan Pentagon.
Secara terpisah, seorang pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya mengakui kepada Reuters, bahwa sedikitnya lima pemberontak Suriah ditangkap oleh militan Nusra Front.
Insiden ini terjadi saat Nusra Front menyerang kelompok yang disebut sebagai 'New Syrian Forces' pada Jumat (31/7) lalu. Dilaporkan ada satu anggota 'New Syrian Forces' yang tewas di tangan Nusra Front. Namun Pentagon maupun pejabat AS ini menolak untuk mengomentari laporan korban tewas.
Program pelatihan militer AS dimulai Mei lalu dengan target melatih hingga 5.400 pemberontak Suriah dalam waktu setahun. Namun sejauh ini baru sekitar 60 pemberontak yang mendapat pelatihan AS, sisanya dinyatakan tidak layak dan bahkan ada yang dikeluarkan di tengah pelatihan. (nvc/ita)











































